Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 12:52:36【Tempat Makan】972 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(858)
Sebelumnya: Feature: Banyak pegawai federal AS andalkan bantuan pangan
Selanjutnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Artikel Terkait
- Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia
- Waspada, tanaman pagar ini ternyata disukai ular termasuk jenis kobra
- Kepala BGN : Koperasi desa merah putih jadi mitra SPPG MBG
- Pertamina boyong 45 UMKM binaan unggulan dalam ajang TEI 2025
- Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya
- FAO serukan aksi kolektif penyediaan pangan sehat bagi masyarakat RI
- Temuan baru ketahanan ragi dukung rencana penjelajahan Mars
- Pemprov Sumut turunkan tim tangani dugaan keracunan MBG di Toba
- BGN izinkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam
- Bantuan meningkat, penjarahan truk bantuan di Gaza turun drastis
Resep Populer
Rekomendasi

Sari Murni Group investasi di Vietnam perkuat ekspansi ke pasar global

Mendag beri UKM Pangan Award, dorong daya saing pangan lokal

Dinkes Kalsel pastikan keamanan pangan Program MBG

Pemkot Makassar

Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah

Wamenaker sebut Magang Nasional sarana siapkan tenaga kerja terampil

Dinkes Kalsel pastikan keamanan pangan Program MBG

Pimpinan Komisi X usul bentuk dapur sekolah MBG di daerah 3T